← Semua Artikel NPWP Perusahaan

Cara Membuat NPWP PT Perorangan: Skema Baru UU Cipta Kerja yang Ramah untuk Solo Founder

Panduan cara membuat NPWP PT Perorangan sesuai PP 8/2021 dan UU Cipta Kerja: syarat satu orang, KBLI yang diizinkan, biaya, alur NIB OSS, hingga Coretax DJP.

Gambar artikel Cara Membuat NPWP PT Perorangan: Skema Baru UU Cipta Kerja yang Ramah untuk Solo Founder

Cara membuat NPWP PT Perorangan menjadi relevan sejak Pemerintah mengundangkan PP Nomor 8 Tahun 2021 tentang Modal Perusahaan Perorangan. Skema ini memungkinkan satu orang mendirikan PT tanpa akta notaris, dengan biaya rendah dan waktu terbit yang singkat. Banyak solo founder, freelancer dengan omzet besar, serta pemilik UMKM mulai mempertimbangkan migrasi dari CV atau usaha perorangan ke PT Perorangan. Artikel ini menyoroti seluruh alur perpajakannya, bukan hanya tahap pendiriannya, agar Anda tidak melewatkan langkah penting seiring berkembangnya usaha dan tidak terjebak administrasi yang tidak perlu.

Apa itu PT Perorangan dan mengapa butuh NPWP

PT Perorangan adalah badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas dengan satu pemegang saham, yang pendiriannya cukup didaftarkan melalui sistem elektronik Kementerian Investasi/BKPM. Setelah status badan hukum terbit, PT Perorangan mendapatkan NIB, KBLI, dan NPWP sendiri. NPWP PT Perorangan tidak bisa digantikan oleh NPWP pribadi pendiri, sama seperti halnya PT multi-pemegang saham. Konteks pendiriannya dapat disimak di PT perorangan, NIB adalah, dan OSS adalah.

Perbedaan dengan PT biasa

Agar tidak bingung saat memilih bentuk usaha, penting membedakan PT Perorangan dengan PT multi-pemegang saham dari sisi administrasi:

  • PT biasa mensyaratkan modal dasar minimal Rp 50 juta, lebih dari satu pemegang saham, serta akta notaris.
  • PT Perorangan hanya membutuhkan satu orang, modal di bawah Rp 50 juta, dan seluruh pendaftaran dilakukan secara elektronik.
  • Keduanya tetap diakui sebagai badan hukum, memiliki NPWP Badan sendiri, dan wajib menyampaikan SPT Tahunan Badan.

Kesamaan ini membuat PT Perorangan tetap harus disertai NPWP Badan, bukan sekadar NPWP pribadi.

Dokumen yang perlu disiapkan

Dibanding PT biasa yang memerlukan akta notaris dan surat keterangan domisili, dokumen PT Perorangan cukup ringkas:

  • e-KTP yang masih berlaku dan terverifikasi.
  • NPWP pribadi pendiri untuk otorisasi akun Coretax.
  • Alamat kedudukan, bisa rumah, kantor, atau co-working space asalkan sesuai KBLI.
  • KBLI yang tepat sesuai kegiatan usaha.
  • Pernyataan modal sesuai kemampuan finansial.

Alur pendaftaran NIB OSS lebih dulu, baru NPWP

Urutan yang benar:

  1. Daftar sebagai Pelaku Usaha Perorangan di OSS, lalu pilih opsi pembentukan PT Perorangan.
  2. Tentukan KBLI. Berisiko rendah bisa terbit dalam hitungan jam; berisiko menengah-tinggi memerlukan verifikasi lebih lama.
  3. Setelah NIB terbit, Anda mendapatkan NIB, KBLI, dan status badan hukum.
  4. Daftarkan NPWP Badan di Coretax dengan merujuk NIB, melalui Panduan Registrasi DJP atau login di Coretax DJP.

Implikasi pajak PT Perorangan

Setelah NPWP terbit, PT Perorangan terikat kewajiban perpajakan:

  • SPT Tahunan Badan, terdiri dari SPT Induk dan PPh Pasal 21 atas karyawan jika ada.
  • PPh Pasal 25, angsuran bulanan berdasarkan SPT tahun sebelumnya atau estimasi DJP.
  • PPN, bila omzet melewati ambang batas pengusaha kena pajak.
  • PPh Final UMKM (PP 23/2018), tarif 0,5% dari peredaran bruto untuk omzet di bawah Rp 4,8 miliar.

Pemilihan antara PPh Final UMKM dan PPh Umum berdampak langsung pada strategi arus kas usaha yang harus Anda susun. Pembahasan PPh final UMKM dapat membantu sebelum NPWP dipakai untuk transaksi.

Kesalahan yang sering dilakukan pendiri

  • Memilih KBLI yang tidak sesuai kegiatan usaha harian, sehingga KSWP Badan bisa bermasalah dan menghambat berkembangnya usaha.
  • Lupa melaporkan NPWP pribadi sebagai identitas pendiri, padahal sistem menautkan akun badan ke akun pribadi.
  • Tidak mendaftarkan karyawan ke PPh Pasal 21 karena menganggap “saya sendirian”, padahal karyawan pertama sudah memicu kewajiban tersebut.
  • Mengira PT Perorangan otomatis tidak perlu NPWP badan karena “hanya satu pemilik”, padahal badan hukum tetap wajib ber-NPWP sendiri.

Posisi PT Perorangan di ekosistem legalitas

Secara hierarki, PT Perorangan termasuk salah satu badan hukum paling ringan, tetapi posisinya tetap formal dan diakui penuh oleh sistem hukum Indonesia. Ia duduk sejajar dengan PT biasa, CV, yayasan, dan koperasi dalam hal kewajiban pajak serta izin operasional. Membedakannya hanyalah skala dan kemudahan pendirian. Artinya, meski prosedurnya lebih simpel, PT Perorangan tidak bisa dianggap sebagai usaha informal.

Kapan perlu pendamping profesional

  • Anda menggabungkan PT Perorangan dengan izin lanjutan seperti BPOM, klinik, atau izin ekspor.
  • Omzet mendekati atau melebihi Rp 4,8 miliar dan membutuhkan strategi transisi dari PPh Final ke PPh Umum.
  • Anda ingin menambah modal dengan investor, karena PT Perorangan bisa dikonversi ke PT multi-pemegang saham.

Penutup

Cara membuat NPWP PT Perorangan sebenarnya hanya satu tahap dalam perjalanan mendirikan badan hukum dengan biaya rendah. Tahapan sebelumnya, NIB OSS, menentukan apakah badan Anda berdiri di atas fondasi yang bersih. Legalitas.info dapat membantu memilih KBLI yang sesuai, mendaftarkan NIB PT Perorangan, hingga mengarahkan strategi perpajakan setelah NPWP Badan terbit, sehingga usaha Anda tumbuh di atas administrasi yang rapi.

Butuh bantuan langsung? Jasa Pembuatan NPWP Badan →

Butuh bantuan mengurus legalitas usaha?

Konsultasikan kebutuhan NPWP, NIB, KBLI, OSS, LKPM, atau legalitas usaha lainnya bersama Legalitas.info.

Konsultasi via WhatsApp